Lobster Menjadi Komoditas Unggulan Ekonomi Biru Bernilai Tinggi
Lobster Jadi Komoditas Unggulan Ekonomi Biru Bernilai Tinggi
Jakarta, 5 Februari 2026 – Lobster menjadi salah satu komoditas unggulan sektor kelautan dan perikanan yang memiliki nilai ekonomi tinggi serta berperan penting dalam mendukung pengembangan ekonomi biru Indonesia. Dengan potensi sumber daya yang melimpah, lobster dinilai mampu meningkatkan pendapatan nelayan sekaligus memperkuat daya saing produk perikanan nasional.
Lobster atau yang dikenal juga sebagai udang karang/udang barong merupakan komoditas perikanan bernilai strategis. Lobster dewasa umumnya hidup di perairan berpasir hingga berbatu pada kedalaman sekitar 5–100 meter. Kondisi perairan Indonesia yang kaya dan beragam menjadikan lobster tumbuh optimal dan memiliki kualitas yang diminati pasar domestik maupun internasional.
Selain memiliki nilai jual tinggi, lobster juga berpotensi besar untuk dikembangkan sebagai komoditas ekspor. Permintaan pasar yang terus meningkat menjadikan lobster mampu bersaing dengan komoditas unggulan lainnya, seperti udang dan kepiting. Pengelolaan lobster secara berkelanjutan menjadi kunci agar manfaat ekonomi dapat dirasakan dalam jangka panjang tanpa mengabaikan kelestarian sumber daya.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menetapkan lobster sebagai salah satu komoditas utama yang berpeluang besar dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik sekaligus meningkatkan kinerja ekspor perikanan. Melalui pendekatan ekonomi biru, KKP mendorong pemanfaatan sumber daya lobster secara bertanggung jawab, berbasis keberlanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat pesisir.
Melalui Unit DITSAR, Direktorat Pemasaran Kementerian Kelautan dan Perikanan terus mendorong penguatan pemasaran lobster secara berkelanjutan guna meningkatkan daya saing produk perikanan nasional dan kesejahteraan masyarakat.
Sumber: kkp.go.id