Fitur dalam pengembangan, data yang ditampilkan kemungkinan belum sepenuhnya akurat.

Beranda Berita Rajungan - Kepiting Jadi Komoditas Unggulan Penopang Ekonomi Biru
Artikel 06 Feb 2026 2 min baca

Rajungan - Kepiting Jadi Komoditas Unggulan Penopang Ekonomi Biru

Tingginya permintaan pasar global menjadikan rajungan–kepiting sebagai salah satu andalan ekspor perikanan nasional. Dengan pengelolaan yang berkelanjutan, komoditas ini dinilai mampu memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem pesisir.

Permintaan Ekspor Terus Meningkat

Pada periode Januari hingga November 2025, nilai ekspor rajungan–kepiting Indonesia tercatat mencapai sekitar USD 459,33 juta dengan volume ekspor sekitar 32,25 ribu ton. Capaian ini menempatkan rajungan–kepiting sebagai salah satu komoditas ekspor unggulan perikanan Indonesia.

Amerika Serikat menjadi tujuan utama ekspor dengan nilai sekitar USD 296,69 juta. Selain itu, Tiongkok, kawasan ASEAN, Uni Eropa, dan Jepang juga menjadi pasar penting bagi produk rajungan–kepiting Indonesia.

Tingginya permintaan ini menunjukkan daya saing produk perikanan Indonesia di pasar internasional sekaligus peluang besar untuk terus meningkatkan nilai tambah melalui pengolahan dan diversifikasi produk.

Kinerja Perdagangan yang Positif

Dalam periode yang sama, Indonesia mencatat surplus neraca perdagangan rajungan–kepiting sebesar sekitar USD 400,17 juta. Nilai impor tercatat hanya sekitar 12,89 persen dari total nilai ekspor, yang mencerminkan kuatnya posisi Indonesia sebagai pemasok utama komoditas ini di pasar global.

Kinerja ini menjadi indikator bahwa sektor rajungan–kepiting memiliki struktur industri yang solid serta permintaan pasar yang stabil.

Peran Penting bagi Ekonomi Pesisir

Rajungan dan kepiting berperan besar dalam menggerakkan ekonomi nelayan dan masyarakat pesisir. Aktivitas penangkapan, budidaya, pengolahan, hingga distribusi menciptakan rantai usaha yang menyerap banyak tenaga kerja.

Dengan penerapan prinsip perikanan berkelanjutan, komoditas ini juga memiliki nilai strategis dalam menjaga kelestarian sumber daya laut. Pengelolaan yang tepat memastikan populasi tetap terjaga sekaligus memberikan manfaat ekonomi jangka panjang.

Intervensi dan Rencana Jangka Panjang

Untuk menjaga keberlanjutan produksi dan daya saing, berbagai langkah strategis terus dikembangkan. Di antaranya melalui revitalisasi ekosistem dan penguatan sistem produksi berbasis silvofishery di kawasan mangrove, serta penataan kawasan budidaya tambak yang lebih berkelanjutan.

Modernisasi teknologi budidaya juga menjadi fokus, termasuk penerapan sistem budidaya intensif seperti model “apartemen kepiting”, penggunaan teknologi rendah emisi seperti Recirculating Aquaculture System (RAS), serta pemanfaatan energi terbarukan.

Selain itu, inovasi di bidang genetik dan nutrisi dilakukan melalui peningkatan kualitas induk unggul untuk menghasilkan benih yang cepat tumbuh dan tahan penyakit. Program pemuliaan serta pengembangan pakan bernutrisi spesifik menjadi bagian dari strategi peningkatan produktivitas secara berkelanjutan.

Dengan dukungan kebijakan dan inovasi teknologi, rajungan–kepiting diharapkan terus menjadi komoditas strategis yang mendorong pertumbuhan ekonomi biru Indonesia sekaligus menjaga kelestarian ekosistem pesisir.

Sumber:

Badan Pusat Statistik (2025) diolah Kementerian Kelautan dan Perikanan ; KKP (2025) Profil pasar kepting , Direktorat Jendral PDSPKP